Jumat, 24 Desember 2010

mimpi

Baru saja aku mendengar curhatan dari salah seorang temanku, dia adalah seorang perempuan yang sempat dekat dengan sahabatku. Keakraban aku dengannya diawali dari jalinan hubungan pertemanan antara sahabatku itu dengan perempuan tersebut, perempuan ini sudah aku anggap sebagai saudara perempuan-, begitupun sebaliknya.
Namun…, dibalik hubungan pertemanan antara sahabatku dengan perempuan itu ada suatu hal yang baru mereka sadari, dimana diantara mereka sudah terjalin rasa saling menyayangi dan juga saling peduli satu sama lain. Hal ini cukup salah bagi sahabatku dikarenakan dia sudah memiliki seorang kekasih.
Selang waktu berjalan, kedekatan mereka pun akhirnya harus diakhiri karena sahabatku mulai merasa bahwa hal ini tidak bisa dia lanjutkan karena hanya akan menyakiti perasaan pria itu dan tentunya dirinya sendiri. Kata pisah pun menjadikan jarak antara mereka, akan tetapi aku yang sering kali menjadi jembatan bagi mereka berdua ketika ada keinginan untuk mengetahui keadaan masing-masing.
Hingga suatu pagi menjelang…

Sang perempuan yang sudah cukup lama tidak menanyakan keadaan sahabatku itu, mendadak menelponku dan banyak bertanya tentang sahabatku…
Selang beberapa pertanyaan, barulah dia jelaskan alasan tiba-tiba dia bertanya seperti ini. Ternyata sudah kali ketiga sahabatku ini hadir dalam mimpinya, kali pertama pria ini memimpikan bahwa dia melihat sahabatku terbaring lemah karena sakit, kali kedua dia melihat sahabatku sedang menangis tersedu dan kali ketiga dia melihat sahabatku sedang bahagia karena sesuatu hal…
Sontak aku terkejut mendengar penjelasan mimpi-mimpinya itu, karena pada kenyataannya hal itu juga yg belakangan ini terjadi pada sahabatku..
Dari kejadian itu, aku teringat oleh beberapa definisi mimpi yang pernah aku baca, dimana ada pernyataan bahwa mimpi dianggap sebagai proyeksi bagian dari diri yang telah diabaikan, ditolak, atau ditekan.. ungkapan lainnya ialah bahwa mimpi adalah cara seseorang dapat berkomunikasi untuk sesuatu yang tidak dikatakan langsung.
Hmm.. entah hanya kebetulan atau memang ini adalah reaksi alam bawah sadar kita yang mampu menuangkan hal-hal yang tidak jarang kita abaikan saat kita terjaga atau hal-hal yang pada dasarnya memang selalu menjadi bagian dari pikiran kita… Namun hal itu juga yang belakangan ini aku alami, dimana sudah kali keempat aku memimpikan seseorang yang sama dan sampai detik ini aku masih bertanya-tanya akan kah mimpiku itu memiliki kesamaan makna seperti pria itu ataukah ada makna lainnya???
Yah.. Bagaimana pun pada kenyataannya mimpi memang menjadi suatu hal yang sampai detik ini tidak mampu kita kontrol dan sering kali membuat kita bertanya-tanya ketika kita terbangun dari suatu bunga tidur yang menghiasi lelap tidur kita..
Jadi apa pun yang hadir dalam mimpi kita, satu hal yang harus kita ingat bahwa.. Kita berada di alam tindakan, bukan di alam angan-angan!
..:: nice dream everyone ::..

Reaksi wanita saat patah hati

Aku benci kamu!! kenapa semua harus berakhir seperti ini?!
-jeritan tangis pun mulai memenuhi warnet itu-
Aku menatap ke arah seorang wanita yang duduk tepat di sebelah mejaku, dia meninggikan suaranya, menghardik dan membentak berulang kali ke arah kekasihnya. Sangat jelas luapan emosi yang disajikan oleh wanita itu, benar-benar seperti menonton sebuah sinetron secara live!
Ternyata tidak sampai di situ saja, wanita itu mulai menangis tersedu dan wajah sang pria mulai memerah karena malu melihat tingkah kekasihnya itu yang aku rasa di luar dugaan sang pria. Meski coba ditenangkan, namun wanita itu tetap menangis dan semakin tak terkontrol.  Bayangkan jika anda berada di posisi aku, apakah reaksi anda ketika melihat tingkah wanita itu?
Mungkin anda akan langsung mengatakan “Kayak anak kecil saja!!” Atau, mungkin anda justru kembali teringat akan kisah lama saat putus dulu?
Setiap wanita memang memiliki cara yang berbeda dalam menghadapi putus cinta. Ada yang menanggapinya dengan sehat, namun tak sedikit pula yang menjadi ‘gila’ karenanya.
Berikut ini ada beberapa jenis reaksi wanita saat putus cinta:

“Menerima kenyataan”
Reaksi ini biasanya dimiliki oleh mereka yang percaya bahwa segala sesuatu memang berjalan sesuai takdir. Karenanya, kebanyakan dari mereka bisa menanggapi pupusnya sebuah hubungan dengan cara yang baik karena mereka memandang putus cinta bagaikan “Saat memakan sayuran yang pahit, rasanya memang tidak enak, akan tetapi itu baik untuk kita”. Mereka mungkin tetap merasa terluka, namun luka itu bisa cepat sembuh karena mereka menerimanya. Kehidupan pun berjalan terus dan hati selalu terbuka untuk pria baru yang mungkin ditakdirkan ”bersamaku”.

“Berlarut-larut”
Ada lagi kelompok wanita lain yang jadi berduka dan sensitif setelah hubungannya kandas. Selama masa hujan air mata itu, dia jadi sensitif bila disinggung sedikit saja tentang mantannya. Butuh waktu yang agak lama untuk tipe wanita ini bisa menerima kenyataan yang ada. Karena yang selalu terbersit dibenaknya ialah: “Saat ini aku menangis bukan karena aku merindukanmu atau bahkan menginginkanmu, akan tetapi dikarenakan aku sadar bahwa aku benar-benar hancur tanpamu!”

“Aku harus mempertahankannya”
Lain wanita, lain pula karakter dan reaksinya. Beberapa orang menyebut tipe wanita ini sebagai wanita yang terobsesi atau agresif. Bukannya menerima atau patah hati, ia justru melihat putus cinta ini sebagai tantangan baru untuk bisa mendapatkan pasangannya kembali. Tentu saja tak mengapa bila hal rujuk masih mungkin, namun bila tidak???
Karena menang adalah fokusnya, maka wanita macam ini perlu dibantu untuk kembali pada fokus cinta yang sebenarnya. Memberi dan berkorban, bukannya memaksa memiliki atau menang.

“Dia harus merasakan sakit hati ini”
Wanita tipe ini biasanya dipenuhi dengan rasa marah saat menghadapi putus cinta. Biasanya cacian dan deretan kata tak pantas keluar dari mulutnya saat disinggung tentang mantan…oleh siapa saja. Meski pada akhirnya dia memutuskan untuk menerima kenyataan putus, namun bisa jadi kemarahan yang tak terselesaikan malah membawanya pada aksi balas dendam, entah pada mantan atau pria lain.
Jadi, manakah di antara reaksi tersebut yang Anda miliki saat menghadapi putus cinta? Sebagian dari Anda mungkin sudah tahu, namun lainnya baru akan tahu jika nanti (tidak bermaksud mendoakan kok) mengalaminya. Meski masing-masing anda berbeda, namun semuanya pasti tahu bahwa cara terbaik yang harus dipilih adalah merelakannya, karena cinta tak bisa dipaksakan.
Satu hal yang harus anda ingat…

Sesulit apapun situasi yang sedang kalian hadapi dalam suatu hubungan… Percayalah bahwa seseorang yang benar-benar mencintai anda tidak akan pernah meninggalkan anda!ahahaahaahahahaah ini hanya Reaksi wanita saat patah hati?

Berharga

Tak kusangka akan melihat teduhnya parasmu lagi,
Kuraih tatapan hangatmu dengan seutas senyuman,
Berharap ini tak lekas berlalu,
Ketika suara lembutmu menyebut namaku,
Aku hanya mampu membalasnya dengan rinai airmata,
Ternyata suara itu kudengar lagi,
Ternyata namaku masih mampu kau ucapkan,
Isak tangis ini menyiratkan betapa berharganya hal itu untukku.
Sekuntum penat beranjak lalu karena hadirmu,
Separuh hari terasa sepintas karena rinduku yang tak berujung padamu,
Menganyam tawa bersamamu adalah hal yang kunanti,
Kecupanmu,
Pelukkanmu,
Selalu terbungkus rapih dalam mindaku,
Dan kini, terluput sudah seluruh penantian di hati.
…….
Sayup-sayup sadar menjemput lelapku,
Sedetik bahagiaku pun mengangin,
Berlumpur kecewa kuusap kesalku,
Tersaji lagi kehampaan di sini,
Sungguh jiwaku berbangsa sepi,
Menelan kenyataan akan hadirmu yang hanya sebatas mimpi…
_aku merindukanmu ???